BERITA RAKYAT ACEH I Banda Aceh – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien, Rumah Sakit (RS) Harapan Bunda menggelar seminar internal bagi seluruh staf medis dan non-medis. Seminar yang berlangsung di aula rumah sakit ini mengusung tema krusial, yaitu “Kegawatdaruratan Maternal”, sebuah langkah strategis untuk memperkuat respons cepat tanggap seluruh lini staf dalam menangani kasus darurat pada ibu dan bayi baru lahir.(19/5/26)
Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur PT Harapan Bunda Utama, dr. Ormaia Nya’Oemar, M.Kes, beserta jajaran manajemen rumah sakit. Kehadiran pihak direksi menegaskan komitmen penuh manajemen dalam mendukung pemenuhan kompetensi berkelanjutan bagi seluruh civitas hospitalia RS Harapan Bunda.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber ahli yang kompeten di bidangnya untuk mengupas tuntas pilar utama penanganan kegawatdaruratan ibu dan anak:
Aga Aslam, Sp.OG, selaku Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Harapan Bunda, memaparkan materi mendalam mengenai “Risiko Pendarahan dalam Persalinan”. Dalam sesinya, dr. Aga menekankan pentingnya deteksi dini, pemantauan ketat fase persalinan, serta kolaborasi tim yang cepat dan tepat untuk mencegah mortalitas akibat pendarahan postpartum.
Fanny Dwi Mailani, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RS Harapan Bunda, menyampaikan topik vital mengenai “Asfiksia Bayi Baru Lahir”. Beliau menguraikan langkah-langkah resusitasi neonatus yang komprehensif, manajemen jalan napas, serta pentingnya golden hour dalam menyelamatkan bayi yang mengalami gagal napas spontan saat lahir.
Direktur PT Harapan Bunda Utama, dr. Ormaia Nya’Oemar, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegawatdaruratan maternal dan neonatal memerlukan keselarasan kerja yang solid dari seluruh staf, tidak hanya dokter dan perawat, tetapi juga sistem pendukung administrasi dan operasional rumah sakit.
“Seminar internal ini bukan sekadar penyegaran teori, melainkan bentuk komitmen nyata RS Harapan Bunda untuk memastikan patient safety berada di standar tertinggi. Kita harus selalu siap, responsif, dan sinkron dalam menghadapi setiap detik situasi darurat demi menyelamatkan nyawa ibu dan anak,” ujar dr. Ormaia.
Melalui edukasi intensif ini, RS Harapan Bunda berharap seluruh staf memiliki kesamaan persepsi, peningkatan keterampilan klinis, serta alur koordinasi yang lebih solid, guna menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat Banda Aceh terhadap pelayanan RS Harapan Bunda.
Tentang RS Harapan Bunda:
RS Harapan Bunda adalah institusi pelayanan kesehatan yang berkompeten di Banda Aceh, berkomitmen menyediakan layanan medis yang bermutu, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien melalui dukungan tenaga medis profesional dan integrasi sistem layanan modern.
