USK Pharmacy Fair 2026 – Padukan Seni dan Farmasi, Jangkau Pelajar hingga Perguruan Tinggi Ternama

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh — Departemen Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Syiah Kuala (USK) sukses menyelenggarakan USK Pharmacy Fair (UPF) 2026 pada 6–8 Oktober 2026. Perpaduan seni dan farmasi menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini, yang berhasil menarik antusiasme berbagai kalangan, mulai dari pelajar dan mahasiswa hingga masyarakat sekitar.

Penyelenggaraan tahun ini juga menjadi momentum penting bagi UPF untuk memperluas jangkauan partisipasi sebagai wadah edukasi, kreativitas, dan kolaborasi di bidang kefarmasian hingga ke berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Ketua Pelaksana UPF 2026, Muhammad Fazil, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menjadi salah satu pelaksanaan UPF yang paling meriah. Berbagai rangkaian kegiatan dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga menghibur sekaligus mendorong partisipasi generasi muda.

“Tahun ini merupakan tahun yang paling meriah dalam penyelenggaraan UPF. Kami berhasil memadukan seni dan farmasi dalam satu kegiatan, sekaligus mengajak hampir seluruh pelajar dari Banda Aceh dan Aceh Besar untuk ikut berpartisipasi.

Tidak hanya itu, kami juga berhasil menarik antusiasme mahasiswa USK untuk berkunjung dan meramaikan kegiatan yang berlangsung di Auditorium FMIPA USK,” ujar Muhammad Fazil.

Pencapaian UPF 2026 juga terlihat dari jangkauan partisipasinya yang semakin luas. Ketua Departemen Farmasi USK, Tedy Kurniawan Bakri, S.Farm., M.Farm., Apt., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan tahun ini, khususnya dalam menjangkau berbagai perguruan tinggi dari dalam maupun luar Aceh, termasuk sejumlah universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (UNAIR).

“Selain itu, kegiatan ini juga mampu menarik partisipasi hampir seluruh pelajar dari Banda Aceh dan Aceh Besar. Kami berharap UPF dapat terus berkembang menjadi wadah yang memperkuat kolaborasi, memperluas wawasan, serta meningkatkan eksistensi mahasiswa farmasi di tingkat nasional,” ungkap Tedy Kurniawan Bakri.

Rangkaian UPF 2026 berlangsung pada 6 dan 7 Oktober, dengan puncak acara pada 8 Oktober 2026. Berbagai kegiatan dihadirkan untuk memberikan ruang bagi pelajar dan mahasiswa dalam mengembangkan potensi, mengasah kreativitas, serta memperluas wawasan di bidang kefarmasian.

Sebanyak 11 cabang lomba diselenggarakan, meliputi Mewarnai, Desain Poster, Desain Produk, Business Model Canvas (BMC), Video Edukasi, Cerdas Cermat, Patient Counseling Competition (PCC), Herbarium, Formulasi Farmasetika, Hitung Cepat, dan Esai. Keberagaman cabang lomba tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan di bidang seni, komunikasi, kreativitas, serta pengetahuan dan keterampilan farmasi.

Tidak hanya menghadirkan berbagai kompetisi, UPF 2026 turut melibatkan pelaku usaha lokal melalui kehadiran 10 stan expo UMKM ternama dari Banda Aceh dan Aceh Besar. Kehadiran stan-stan tersebut menambah semarak acara sekaligus memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang hadir.

Keberhasilan UPF 2026 diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat peran mahasiswa farmasi sebagai generasi yang inovatif dan kolaboratif serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat ke depannya.