BERITA RAKYAK ACEH | Sabang – Dinas Pariwisata Kota Sabang tetap berupaya menjaga sektor pariwisata tetap bergerak pada 2026 meski tanpa dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Di tengah keterbatasan anggaran, strategi pengembangan diarahkan pada langkah yang lebih realistis dan efisien.
Minimnya tambahan anggaran dari pusat membuat ruang pembangunan infrastruktur baru menjadi terbatas. Karena itu, Dispar memilih memaksimalkan fasilitas yang sudah ada di sejumlah objek wisata.
Perawatan sarana pendukung, penataan area publik, serta peningkatan kualitas pelayanan kini menjadi prioritas utama. Pendekatan ini dinilai lebih memungkinkan dibandingkan membangun proyek fisik berskala besar yang membutuhkan biaya tinggi.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Zulfikar, mengatakan pihaknya mengambil langkah realistis agar kualitas destinasi tetap terjaga, Selasa (24/2/2026).
“Untuk saat ini kita realistis. Infrastruktur baru belum memungkinkan, tetapi fasilitas yang sudah ada harus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya,” ujarnya.
Selain fokus pada perawatan, Dispar juga memperkuat atraksi wisata dan sektor ekonomi kreatif. Festival budaya, event tematik, serta pelibatan komunitas lokal dinilai lebih fleksibel dari sisi anggaran namun tetap mampu menarik kunjungan wisatawan.
Pengembangan sembilan desa wisata yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota juga terus didorong. Pemerintah gampong diharapkan memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan potensi berbasis kearifan lokal sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran dinas.
Di sisi lain, kondisi geografis Sabang sebagai wilayah kepulauan serta regulasi kawasan konservasi dan sepadan pantai turut menjadi tantangan. Setiap rencana pengembangan pesisir harus melalui proses perizinan yang cukup panjang karena mengikuti aturan dari pemerintah pusat.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Dispar menegaskan pembangunan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan sektor pekerjaan umum, perhubungan, hingga perdagangan menjadi kunci agar pariwisata tetap tumbuh dan terus berkontribusi sebagai penopang ekonomi daerah.(*)
