BERITA RAKYAT ACEH I Subulussalam – Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) secara Holistik Integratif merupakan upaya strategis untuk memenuhi kebutuhan dasar anak usia dini secara utuh, menyeluruh, dan saling terkait. Oleh karena itu, satuan lembaga PAUD memegang peranan yang sangat krusial dalam membentuk tumbuh kembang anak sejak dini.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bunda PAUD Aceh, Hj. Marlina Usman (Kak Na), saat melakukan kunjungan kerja ke PAUD-TK Islam Nurul Ahmad di Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Rabu (4/11/2026).
“Para Bunda-bunda semua merupakan elemen penting bagi upaya kita mewujudkan PAUD yang holistik dan integratif. Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kami sampaikan atas dedikasi bunda semua untuk ananda-ananda kita di PAUD,” ucap Kak Na.
Sinergi Lintas Sektor untuk Generasi Emas 2045 Kak Na menjelaskan bahwa penerapan PAUD Holistik Integratif merupakan komitmen pemerintah dalam memperhatikan seluruh aspek perkembangan anak secara terpadu melalui keterlibatan multi-pihak, mulai dari unsur pemerintah, tenaga medis, lingkungan keluarga, masyarakat, hingga lembaga terkait lainnya.
“Dengan berbagai tugas berat tersebut, maka kerja-kerja ini bukan hanya berada di satuan lembaga PAUD tetapi merupakan kerja besar kita semua, agar target untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 dapat kita wujudkan,” tegas Kak Na.
Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menggarisbawahi pentingnya penguatan sinergi dan koordinasi lintas sektor guna memastikan pemenuhan hak anak berjalan secara berkelanjutan.
Sosialisasikan Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun Selain menekankan pentingnya layanan holistik integratif, Bunda PAUD Aceh turut menyampaikan kembali mengenai kebijakan nasional Wajib Belajar 13 Tahun yang dirancang untuk memperluas aksesibilitas dan pemerataan kualitas pendidikan dari tingkat prasekolah hingga menengah, termasuk kewajiban mengikuti 1 tahun pendidikan di PAUD/TK.
“Pemerintah dengan program Wajib Belajar 13 Tahun, telah memasukkan 1 tahun belajar di PAUD atau TK sebelum anak-anak kita melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ini tentu harus menjadi perhatian bagi kita demi masa depan ananda kita semua,” pungkas Kak Na.
Motivasi Siswa dan Penyerahan Bantuan Di sela-sela peninjauan, Kak Na berinteraksi dan memberikan motivasi kepada para peserta didik yang sedang mengikuti kegiatan permainan edukatif. Sebagai bentuk dukungan terhadap sarana pembelajaran anak, Kak Na membagikan bantuan berupa paket tas dan peralatan sekolah kepada seluruh siswa.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bunda PAUD Aceh turut didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Fitriani Taufik; Bunda PAUD Kota Subulussalam, Yarnida Zai; serta jajaran pejabat pemerintah daerah terkait lainnya.
