‘Komut dan Dirut di Harian Rakyat Aceh, Kami Saling Bagi Keuntungan ke Karyawan’
BERITA RAKYAT ACEH | Innalillahi Wainnailaihi Rajiun –
Saya memanggilnya Pak Zum (Zulmansyah Sekedang) yang meninggal pukul 00.18 WIB, Sabtu dini hari, 18 April 2026, di Rumah Sakit Budi Kemuliaan akibat serangan jantung, Jakarta.
Kami berdua pernah bekerja di Harian Rakyat Aceh (group Jawapos) sekitar tahun 2010 – 2015. Pak Zum waktu itu menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) dan saya sebagai Direktur Utama (Dirut).
Duet kami berdua mengendalikan perusahaan media harian di Aceh sungguh sangat harmonis. Pak Zum merupakan putra Aceh Tenggara Provinsi Aceh yang lahir pada tanggal 2 Juli 1972 nyaris setiap hari memberikan arahannya kepada saya untuk bekerja serius agar dapat keuntungan yang banyak.
Pak Zum memanggil saya Bang Joni karena tua saya dengan beliau. Saya pun ditempa bekerja keras serta melobi dan membangun jaringan kepada stake holder dan di pemerintahan.
Beliau selalu memberikan arahan dengan bijak dan contoh. Misalnya ia katakan “Bang Joni coba lobi di kantor pemerintahan, disitu ada dana publikasi dan hari hari besar yang menjadikan pendapatan bagi perusahaan,” ujarnya.
Lalu saya pun bergerak melobinya dan ternyata memang tak sia-sia, kerja keras itu dapat membuahkan hasil maksimal.
Memang tak bisa dibantah, selama lima tahun dalam bimbingan Pak Zum, salah satu harian lokal di Aceh itu memperoleh pendapatan maksimal berkat kerja keras, disiplin dan kejujuran selama memimpin.
Kami pun setiap tahunnya membagikan keuntungan kepada seluruh karyawan dan komut bahkan kami membawa karyawan berlibur ke negara tetangga.
Pak Zum memang pintar dalam melobi. Selain Komut di Harian Rakyat Aceh, ia juga sebagai Pimpinan Redaksi di media Riaupos dan Riau TV Pekanbaru selama beberapa tahun.
Pak Zum pernah juga menjabat sebagai Ketua PWI Riau dan kerjanya banyak dihabiskan di Pekanbaru dan beristrikan Hastuti Salta orang Riau dan satu anak Abiyyu Putra Hassyah.
Kemudian setelah pensiun di Riaupos dan juga Komut di harian Rakyat Aceh, Pak Zum melangkah ke ibukota Jakarta dan beliau maju sebagai calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Namun waktu itu terbelah menjadi dua dan Pak Zum sebagai Ketua PWI Pusat versi KLB.
Setelah dimediasi Pemerintah akhirnya PWI Pusat kembali bersatu lalu menggelar Kongres dan akhirnya terpilihnya Ahmad Munir sebagai ketua dan Zulmansyah Sekedang sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).
Jenazah Pak Zum dari Jakarta akhirnya diterbangkan dengan pesawat ke Pekanbaru untuk dimakamkan di kampung istrinya. Selamat jalan Pak Zum. Kami mendoakan semoga beliau ditempatkan disisi Allah SWT. Amin. (Imran Joni mantan Dirut Harian Rakyat Aceh)
