Kenangan Imran Joni Bersama Sjamsul Kahar di Philipina 1996

Senior dan Junior...H Sjamsul Kahar dan Imran Joni...Kami pernah bersama ke Luar Negeri...

 

‘Tidur Satu Kamar‘

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Saya salah satu wartawan yang masuk dalam list kunjungan jurnalistik pengurus PWI Aceh dan sejumlah wartawan cetak dan elektronik ke lima negara di Asean pada akhir Desember 1996.

Kunjungan ini difasilitasi oleh gubernur Aceh (alm) Syamsuddin Mahmud melalui kepala biro humas (alm) Nasir Ali dalam program pengembangan wisata dan ekonomi Asean

Berangkatlah kami sekitar 11 orang dari Bandara SIM Blang Bintang, yang tertua dari kami wartawan adalah Sjamsul Kahar, yang waktu itu sebagai Ketua PWI Aceh, kemudian ada Dahlan TH (Suara Karya), Ade Roni, (Analisa), Ramadan (Waspada), Erwiyan Safri (Serambi), Imran Joni (Berita Yudha), Mukhlis Musa (RRI), Antara, TVRI dan Kepala Nasir Ali Biro Humas.

Tujuan pertama adalah Malaysia, dan berkunjung ke atase dan mengunjungi kantor berita Malaysia, Bernama. Satu hari setelah itu langsung ke Thailand, dan mengunjungi Phuket serta melihat peternakan mutiara yang terkenal sangat bagus di negara itu.

Dalam perjalanan, semua kami menginap satu kamar dua orang, Tapi khusus Pak Sjamsul beliau sendiri, penghargaan sebagai ketua. Sedangkan saya selalu bersama Ramadan waspada.

Tapi saat di Philipina, kami tiba sekitar jam 10 malam, laju menuju hotel yang sudah diboking oleh guide. Namun kamar yang disediakan ternyata kurang satu, sehingga dua orang kami (saya dan ramadan), tak dapat kamar, akhirnya saya diajak Pak Sjamsul tidur satu kamar dengannya. “Kah eh mantong dengon lon”, ujarnya.

Kemudian lanjut ke Vietnam, dan kami mengunjungi bekas benteng pertahanan vietkong yang diberi nama “Cu chi Tunnel’ atau tanah besi saat perang melawan Amerika tahun 1960 an.

Lalu kami mengunjungi salah satu koran harian berbentuk tabloid berbahasa setempat dan kantornya seperti toko jualan tapi didalamnya ada mesin, dan esoknya kaminpun masuk koran namun hanya lihat gambar saja, bacaannya ngak tau..kami pun tertawa saja.

Kunjungan terakhir adalah Philipina dimana kami sempat melihat istana malacanang yang waktu itu masih dipimpin presiden Marcos dan berkunjung ke pelabuhan terdekat dengan salah satu wilayah Sulawesi.

Akhirnya kami pulang dari Philipina kembali Malaysia melalui Serawak dan istirahat semalam untuk esoknya kembali ke Banda Aceh.

Kini beliau telah pergi menghadap sang khalik, pada Kamis, 24 September 2026 di RSUZA Banda Aceh. Namun bagi saya beliau senior yang secara terus menerus menulis sampai akhir hayatnya. Selamat jalan Pak Sjamsul semoga ditempatkan disisi Allah SWT. Amiin. (*)