BERITA RAKYAT ACEH I Aceh Besar – Tim Pengabdian Masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Aceh melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penerapan Teknologi Tepat Guna Pembuatan Teh Herbal Daun Tin” di Pesantren Darul Hikmah, Aceh Besar, baru-baru ini.
Kegiatan ini diketuai oleh apt. Rini Handayani, S.Farm., M.Si. dengan anggota tim dosen Munira, S.Si., M.P. dan apt. Rasidah, M.Sc. Kegiatan ini juga melibatkan tiga orang mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh sebagai pendamping dalam pelaksanaan program.

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam memanfaatkan tanaman herbal, khususnya daun tin, menjadi produk minuman kesehatan yang bernilai ekonomi. Kegiatan tersebut diikuti juga oleh Kajur Farmasi apt. Noni Zakiah, M.Farm., Pimpinan Pesantren Samsul Bahri, S.Pd, para santri, dosen, serta mahasiswa pendamping.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai manfaat daun tin bagi kesehatan. Daun tin diketahui mengandung antioksidan, flavonoid, dan berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk membantu mengontrol kadar gula darah.
Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan pelatihan langsung mengenai proses pembuatan teh herbal daun tin, mulai dari pemilihan bahan baku, pencucian, pengeringan, hingga pengemasan produk yang higienis dan menarik, serta cara memasarkan produk.

Ketua pelaksana, apt. Rini Handayani, S.Farm., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat agar potensi tanaman lokal dapat dimanfaatkan secara optimal. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para santri tidak hanya memahami manfaat daun tin dari sisi kesehatan, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan nilai jual,” ujarnya.
Pihak Pesantren Darul Hikmah Aceh Besar menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kontribusi tim pengabdian dari Poltekkes Kemenkes Aceh. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna meningkatkan keterampilan kewirausahaan para santri.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta aktif bertanya dan mengikuti praktik pembuatan teh herbal hingga selesai. Diharapkan, inovasi ini dapat menjadi salah satu peluang usaha produktif berbasis herbal di lingkungan pesantren sekaligus mendorong kemandirian ekonomi santri.
