BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Travex Aceh – Sumut 2026 bekerja sama Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dua provinsi itu siap sambut wisatawan nusantara maupun manca negara.
Prosesi pembukaan itu berlangsung di Atrium Suzuya Mall Banda Aceh, Jumat (12/6) yang dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Aceh, Restu Andi Surya SSTP.
Pemerintah Aceh, kata Restu menyambut baik kerjasama ini dan ditargetkan sasarannya diantaranya keluarga dan wisatawan, mahasiswa dan generasi muda, pelaku bisnis dan komunitas dan corporate.
Ia mengatakan pemerintah Aceh mendukung sektor pariwisata dalam menarik wisatawan agar lebih banyak datang ke Aceh maupun Sumatera Utara.
Karena itu diperlukan kualitas pelayanan, promosi dan pelalu usaha UMKM dan Perhotelan menjadi kewajiban agar lebih baik dan ramah dan menjaga kearifan lokal dan nilai keislaman sebagai daerah syariah.
Kita berharap semakin banyak peluang bisnis di Aceh meski masih ada tantangan pasca kondisi bencana pasca banjir akhir Nopember 2025 lalu.
Aceh berada diambang kemegahan dengan penemuan gas di laut Andaman, semoga persoalan energi akan teratasi ketahanan energi, khususnya masalah listrik, kata Restu.
Ketua BPD PHRI Sumut, Melky Waas mengatakan memang
dulu ada tarik menarik atau saingan soal wisatawan antara Aceh dan Sumut. Namun sekarang istilah itu kita coret atau hapuskan diganti dengan istilah sinergi.
Mari kita saling melengkapi, saling mengisi Aceh – Sumut. Jika ada wisatawan yang datang ke Sumut wajib datang ke Aceh begitu juga sebaliknya, kata Melky.
Aceh punya lokasi wisata yang sangat bagus, ada keindahan alam dan pantainya misal Lampuuk di Aceh Besar, wisata danau lut tawar di Aceh Tengah.
Begitu pula di Sumut, ada danau toba, balige, kabanjahe, nias dimana Sumatera Utara menjadi masa depan pariwisata yang terbaik di tanah air.
Ketua DPD PHRI Aceh, Andre Leo memgatakan
Travex di Aceh merupakan batu pertama dengan promosi keindahan di pulau ujung pantai barat sumatera.
Ia juga menyebutkan Aceh akan jadi tuan rumah Rakernas PHRI se Indonesia pada tahun 2027 dan ini menjadi
Salah satu Manager Hotel Muraya dan Alhamra, Bambang mengatakan bahwa Banda Aceh bukan kota wisata tetapi sebagai transit destinati.
Tingkat hunian dan kegiatan hotel hanya dipenuhi goverment dan lembaga umum lainnya. Yang lainnya tidak ada, kata Bambang. Kita harus betul komit untuk memberikan pelayanan yang baik untuk pengunjung yang datang dari luar Aceh. (imj)
